Sistem Kelistrikan Motor dan Jalurnya

Sistem kelistrikan sepeda motor memegang peran yang sangat penting yang akan menyediakan arus listrik. Tidak bisa dipungkiri bahwa motor memiliki serangkaian arus listrik hingga akhirnya nanti bisa digunakan. Dengan begitu, motor dapat melakukan pembakaran bahan bakar guna menciptakan energi atau power.

Sebelum masuk pada sistem kelistrikan, maka perlu diketahui beberapa jalur atau alur kelistrikan yang ada pada motor. Diantaranya adalah sebagai berikut:

Jalur Pengapaian

Jalur ini berfungsi untuk melakukan pemmbakaran bahan bakar di ruang pembakaran. Dengan begitu motor akan memiliki tenaga yang nantinya menentikan performa dari motor itu sendiri. Pada bagian ini, arus listrik sangat penting terutama pada busi. Karena energi listrik akan membuat percikan api.

Percikan api ini yang nantinya akan membuat ledakan dan menjadi tenaga atau power motor. Sedangkan sisa gas akan dibuang melalui kenalpot. Itulah sebabnya mengapa kenalpot saat mesin dinyalakan menjadi panas. Jalur pengapian terbagi atas pengapian AC dan DC.

Untuk jalur pengapian AC terdapat pada motor yang masih menggunakan karburator. Sedangkan untuk pengapian DC terdapat pada motor jaman sekarang yakni dengan sistem injeksi.

ilustrasi (photo: pixabay.com)

Jalur Penerangan

Jalur ini pun terbagi atas jalur penerangan AC dan jalur penerangan DC. Untuk penerangan AC mengikuti perputaran spul sedangkan DC mengikuti voltase aki. Pada lampu sein dan rem juga pada umumnya menggunakan penerangan DC.

Jalur Pengisisan

Jalur yang terahir dalam kelistrikan motor yaitu jalur pengisian. Jalur ini terdapat pada pengisian baterai atau aki. Dimulai dari spul yang naik keatas melewati regulator dan nantinya dipecah apajkah masuk pada aki untuk disimpan, atau pada lampu.

Seperti itulah jalur kelistrikan motor yang harus Anda pahami. Jiak ingin mengetahui lebih mendalam bisa mengikuti kursus mekanik seperti pada HMMC Jogja. Untuk selanjutnya yakni pemahaman tentang sistem kelistrikan sepeda motor yang terdiri atas 7 sistem utama. Diantaranya yaitu:

  1. Sistem pembangkit listrik

Sistem ini sangat berfuungsi untuk memenuhi kebutuhan listrik pada motor itu sendiri. Pada sistem ini terdiri atas dua sistem pembangkit yaitu dengan arus searah dan dengan arus bolak-balik.

  1. Sistem starter

Sistem ini sudah ada sejak dikeluarkannya motor tahun 2000 dimana keseluruhan sudah menggunakan elektrik starter. Sistem ini berfungsi untuk memicu pembakaran mesin dengan memutar poros engkol. Hingga sampai akhirnya poros engkol dapat berputar dengan sendirinya.

Ketika Anda menekan tombol starter, maka arus listrik akan bergerak mesin pembakaran yang nantinya membuat poros engkol ini akan berputar. Pada saat starter dinyalakan, maka solenoid pada sistem starter akan mengaitkan roda gigi pinion sebelum nantinya motor starter berputar.

Pada intinya, sitem starter memakai elktrik yang nantinya mengubah energi listrik menjadi energi mekanik yang kemudian dapat menjadi tenaga untuk memutar poros engkol. Jika mengalami kerusakan maka motor masih bisa digunakan, asalkan memiliki starter mekanik atau yang sering disebut kick starter.

ilustrasi (photo: pixabay.com)
  1. Sistem tanda

Sistem tanda ini nerupaan sistem yang memberikan tanda pada sitem kelistrikan body motor. Seperti pada lampu rem, bel motor, klakson dan juga sein kanan dan kiri. Pada sistem ini sangat berfungsi untuk memberikan perlindungan kepada para pengemudi, dengan begitu akan jauh lebih berhati-hati.

  1. Sistem pengisian

Pada sistem pengisian sepeda motor ini hampir sama dengan sistem pengisian pada mobil. Hanya saja untuk sisi komponen motor jauh lebih sederhana. Pada sistem pengisian ini komponen yang diperlukan adalah baterai, spul dan regulator atau kiprok. Baterai hanya sebagai sumber listrik nampun jika spul dinyalakan maka akan diteruskan olehnya.

Spul ini akan menggerakan putaran mesin yang berasal dari energi listrik. Ada dua jenis spul yakni yang menghasilkan aliran listrik searah (DC) dan yang menghasilkan aliran listrik bolak-balik (AC). Sedangkan kiprok ini berfungsi untuk mengatur tegangan listrik agar tidak terjadi over charging. Jika tanpa kiprok maka bisa terjadi kebakaran rangakain kelistrikan.

  1. Sistem penerangan

Sistem ini terdapat pada bagian lampu motor. Dimana energi listrik berubaha menjadi cahaya. Bagian sistem ini sanagt penting sehingga bisa menerangi pengemudi pada saat malam hari ataupun saat hujan. Sistem penerangan ini terdiri atas lampu utama, lampu belakang dan lampu depan.

  1. Sistem pengukuran

Sistem pengukuran ini bergerak secara otomatis dengan menggunakan sitem elektrik. Sistem ini juga dilengkapi dengan instrumen yang dipasang dekat dengan tangki sepeda motor.

  1. Sistem pengapian

Sistem pengaian ini yang akan menyuplai percikan api pada ruang pembakaran. Percikan api ini terjadi akibat tegangan pada dua elektroda busi. Yang anantinya akan menjadi tenaga untuk motor itu sendiri.

Demikian penjelasan mengenai sistem kelistrikan pada sepeda motor. Untuk yang ingin mendalami dunia mekani sepeda motor bisa dengan bergabung bersama HMMC Jogja atau lembaga kursus yang lainnya.

Anita

Leave a Reply

Your email address will not be published.